Ming. Feb 22nd, 2026
Posyandu Paripurna dan 6 SPM Resmi Dibuka, Denpasar Dorong Kesehatan Publik

Pilar Narasi Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan inovasi dalam pelayanan dasar masyarakat melalui pembukaan Posyandu Paripurna yang terpadu dengan implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Acara yang berlangsung beberapa waktu lalu ini menandai sebuah langkah maju dalam upaya meningkatkan kualitas hidup warga dari semua kelompok umur, mulai dari ibu hamil, balita, remaja hingga lansia.

Pembukaan resmi kegiatan ini bukan sekadar seremoni biasa, tetapi simbol komitmen nyata pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan layanan dasar di tingkat desa/kelurahan lebih komprehensif dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas. Dengan format Posyandu yang lebih modern dan terpadu, harapannya pelayanan dasar masyarakat bisa semakin terintegrasi dan tepat sasaran.

Posyandu Paripurna: Lebih dari Sekadar Layanan Kesehatan

Dalam pelaksanaannya, Posyandu Paripurna yang digelar di Banjar Mandala Sari, Desa Dangin Puri Kelod, telah resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Acara ini juga dihadiri berbagai pejabat daerah dan tokoh masyarakat sebagai wujud dukungan lintas sektor terhadap program pelayanan masyarakat berbasis komunitas.

Tidak hanya menyediakan layanan kesehatan dasar seperti pemeriksaan ibu hamil, balita dan lansia, Posyandu Paripurna juga menghadirkan kolaborasi bersama Puskesmas 1 Denpasar Timur melalui Safari Kesehatan dan pemberian makanan tambahan (PMT). Pendekatan ini semakin memperkuat fungsi posyandu sebagai pusat kesehatan dan pembinaan keluarga yang efektif.

Melalui pendekatan ini, kampanye hidup sehat dan pencegahan masalah kesehatan seperti stunting dirasakan langsung oleh masyarakat yang datang. Kegiatan yang berlangsung setiap minggu selama beberapa bulan ini juga telah meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pemanfaatan layanan kesehatan dasar di lingkungan terdekat mereka.

Transformasi Posyandu: Inovasi Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Pembukaan Posyandu Paripurna ini sekaligus menjadi momentum penting dalam penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kota Denpasar. Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi perluasan peran Posyandu menjadi pusat pelayanan terpadu dalam enam bidang, yaitu kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan dan ketentraman umum.

Menurut penjelasan dari Ketua TP PKK Kota Denpasar, layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar seluruh lapisan masyarakat di tingkat desa/kelurahan. Dengan dukungan 6 SPM, Posyandu tidak hanya fokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membantu dalam aspek pendidikan anak, pemberdayaan sosial, pendataan kebutuhan perumahan, hingga keamanan lingkungan.

Perluasan peran ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas dan akses layanan dasar kepada masyarakat secara lebih luas dan merata. Dengan demikian, Posyandu kini bukan hanya tempat berkumpulnya ibu hamil dan balita, tetapi menjadi pusat layanan masyarakat yang mampu mengidentifikasi dan membantu berbagai kebutuhan dalam kehidupan sehari‑hari.

Kontribusi Posyandu Terhadap Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat

Keberadaan Posyandu Paripurna dan penerapan 6 SPM telah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Diungkapkan bahwa warga yang mengikuti kegiatan ini kini lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan bagaimana cara menjaga kesehatan keluarga dari risiko penyakit.

Selain itu, keterlibatan kader Posyandu yang merupakan bagian dari masyarakat sendiri membantu mempercepat komunikasi program kepada warga, serta memperkuat hubungan antara pemerintahan dengan masyarakat. Hal ini diharapkan menciptakan suasana gotong royong yang aktif dalam memajukan kesehatan dan kesejahteraan bersama di berbagai banjar/lingkungan.

Peran aktif kader dalam memantau tumbuh kembang anak, memberikan edukasi gizi, serta membantu pendataan kebutuhan masyarakat juga menjadi kunci utama dalam keberhasilan implementasi SPM secara menyeluruh. Dukungan ini tidak hanya berdampak langsung terhadap kesehatan, tetapi juga terhadap kualitas pendidikan dan pemberdayaan sosial di lingkungan lokal.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat dalam Mewujudkan Kesehatan Publik

Pembukaan Posyandu Paripurna dan penerapan 6 SPM di Denpasar merupakan contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi pondasi kuat untuk menciptakan layanan publik yang berkualitas dan berkelanjutan.

Secara jangka panjang, program ini diharapkan dapat menekan angka stunting, meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan anak dan lansia, serta menjembatani berbagai kebutuhan dasar lain yang kerap menjadi perhatian keluarga dan komunitas. Dengan pendekatan yang terpadu, Denpasar ingin memastikan layanan dasar benar‑benar hadir di tengah masyarakat.

Komitmen ini juga menunjukkan tekad Pemerintah Kota Denpasar untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan warga, sejalan dengan prinsip pembangunan masyarakat yang adil dan sejahtera.

By admin