Pilar Narasi — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan program Universal Health Coverage (UHC) sebagai layanan kesehatan utama bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperluas akses layanan, dan memastikan setiap warga mendapat jaminan kesehatan yang layak.
Program UHC dirancang untuk menjamin setiap warga Pekalongan dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa terkendala biaya. Pemkab menekankan pentingnya pemerataan layanan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan kelompok rentan.
“Program UHC adalah prioritas kami. Setiap warga Pekalongan harus memiliki akses kesehatan yang sama, mulai dari pelayanan dasar hingga layanan spesialis,” ujar Bupati Pekalongan, H. Arif Sugiyanto, saat membuka rapat koordinasi kesehatan beberapa waktu lalu.
Pemkab Pekalongan fokus pada perluasan akses layanan kesehatan melalui peningkatan fasilitas dan distribusi tenaga medis. Pembangunan puskesmas baru, pengadaan mobil layanan keliling, dan peningkatan kapasitas rumah sakit daerah menjadi langkah nyata yang diterapkan.
“Tidak hanya membangun fasilitas, kami juga memastikan tenaga kesehatan tersebar merata, sehingga masyarakat di desa-desa tetap mendapatkan pelayanan optimal,” tambah Kepala Dinas Kesehatan Pekalongan, dr. Siti Rahmawati.
Salah satu inovasi Pemkab Pekalongan adalah mengintegrasikan program UHC dengan layanan digital. Sistem pendaftaran online, aplikasi mobile untuk booking layanan, dan telemedicine memungkinkan masyarakat mendapatkan akses cepat tanpa harus antre panjang di fasilitas kesehatan.
“Digitalisasi layanan membantu kami menjangkau lebih banyak warga, mempercepat pelayanan, dan meminimalkan hambatan administratif,” jelas dr. Siti. Langkah ini juga mendukung transparansi dan akurasi data pasien dalam program UHC.
Pemkab Pekalongan tidak hanya menitikberatkan pada layanan pengobatan, tetapi juga pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. Program imunisasi, edukasi gizi, pemeriksaan rutin, serta kampanye hidup sehat menjadi bagian integral dari strategi UHC.
“Layanan kesehatan bukan sekadar mengobati, tetapi mencegah. Edukasi masyarakat tentang pola hidup sehat adalah kunci agar UHC bisa berjalan efektif,” ujar dr. Siti.
Program UHC juga memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, anak-anak, dan warga dengan penyakit kronis. Pemkab memastikan layanan kesehatan tersedia dan mudah dijangkau untuk mereka, termasuk melalui kunjungan rumah oleh tenaga medis.
“Setiap warga, terutama yang membutuhkan perhatian lebih, harus mendapat layanan terbaik. Kami berkomitmen agar tidak ada yang tertinggal,” kata Bupati Arif.
Pemkab Pekalongan menegaskan dukungan anggaran yang cukup untuk program UHC. Alokasi dana digunakan untuk pengembangan fasilitas kesehatan, gaji tenaga medis, pengadaan obat-obatan, dan penguatan sistem digital.
“Program ini memerlukan dukungan penuh, baik dari APBD maupun sumber daya manusia yang kompeten. Kami optimistis, dengan komitmen ini, kualitas layanan kesehatan akan meningkat signifikan,” jelas Kepala Badan Keuangan Daerah Pekalongan, Ir. H. Mulyono.
Meskipun memiliki komitmen tinggi, Pemkab Pekalongan menyadari ada sejumlah tantangan dalam implementasi UHC. Distribusi tenaga medis, kesadaran masyarakat akan pencegahan penyakit, dan integrasi data digital menjadi perhatian utama.
“Kami terus melakukan evaluasi dan monitoring, serta meningkatkan koordinasi antarinstansi agar program UHC berjalan lancar dan berkelanjutan,” ujar dr. Siti Rahmawati.
Program UHC diharapkan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Pekalongan. Akses kesehatan yang mudah dan merata meningkatkan kualitas hidup, menurunkan angka penyakit yang bisa dicegah, serta mengurangi beban biaya pengobatan bagi warga kurang mampu.
“Dengan UHC, kami merasa lebih aman. Jika sakit atau membutuhkan layanan kesehatan, kami bisa langsung mendapatkan bantuan tanpa khawatir biaya,” kata Sri Hartini, warga Kecamatan Tirto.
Komitmen Pemkab Pekalongan dalam memprioritaskan program UHC menunjukkan fokus pemerintah pada kesehatan sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Melalui perluasan akses, digitalisasi layanan, edukasi kesehatan, dan perhatian pada kelompok rentan, program ini diharapkan menjadi solusi komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Dengan strategi yang tepat, dukungan anggaran, dan penguatan SDM, program UHC bukan hanya menjadi layanan kesehatan, tetapi juga simbol keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat. Pemkab Pekalongan menunjukkan bahwa kesehatan adalah prioritas, dan setiap warga berhak mendapatkan layanan terbaik.

