Pilar Narasi — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan komitmennya untuk Menjaga Kesehatan sektor keuangan nasional sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Langkah ini dinilai strategis untuk menghadapi berbagai tantangan global, termasuk fluktuasi pasar, tekanan inflasi, dan dinamika investasi. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers Kemenkeu di Jakarta, Kamis (28/11/2025).
Sektor keuangan memegang peranan krusial dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional. Kemenkeu menekankan bahwa kesehatan perbankan, pasar modal, dan lembaga keuangan non-bank menjadi indikator utama daya tahan ekonomi.
Dirjen Pengelolaan Keuangan Kemenkeu menjelaskan, “Sektor keuangan yang sehat memungkinkan pemerintah dan swasta melakukan investasi produktif, menyediakan kredit untuk UMKM, dan mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur.”
Kemenkeu telah merancang beberapa langkah untuk memperkuat stabilitas sektor keuangan:
- Pengawasan ketat terhadap perbankan dan lembaga keuangan non-bank.
- Kolaborasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga likuiditas dan nilai tukar.
- Penguatan regulasi dan mekanisme mitigasi risiko dalam pasar modal dan asuransi.
- Inisiatif digitalisasi untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi sektor keuangan.
Langkah-langkah ini dinilai krusial untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global, termasuk kenaikan suku bunga internasional dan tekanan inflasi yang masih terjadi di berbagai negara.
Kemenkeu menegaskan bahwa kesehatan sektor keuangan tidak hanya untuk bank besar atau investor institusi, tetapi juga mendukung sektor riil dan UMKM. Pemerintah menyediakan berbagai skema pembiayaan dan insentif pajak untuk mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Dengan sistem keuangan yang sehat, mereka mendapatkan akses modal yang lebih mudah, sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing,” kata Dirjen Kemenkeu.
Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama Kemenkeu dalam menjaga kesehatan sektor keuangan. Payment system digital, e-tax, dan fintech reguler diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, mengurangi risiko fraud, dan memperluas inklusi keuangan.
Dengan dukungan digitalisasi, masyarakat, terutama di daerah terpencil, dapat mengakses layanan perbankan dan pembiayaan dengan lebih cepat dan aman, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
Kemenkeu menekankan pentingnya mitigasi risiko secara proaktif, termasuk risiko likuiditas, kredit macet, dan gejolak pasar. Kerja sama dengan otoritas terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, menjadi kunci dalam memastikan stabilitas dan kesehatan sistem keuangan.
Selain itu, pemerintah juga mendorong lembaga keuangan untuk mengimplementasikan praktik good governance dan transparansi tinggi, agar kepercayaan publik terhadap sektor keuangan tetap terjaga.
Tantangan sektor keuangan tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari dinamika global, seperti volatilitas pasar saham, perubahan suku bunga global, dan ketidakpastian geopolitik.
Kemenkeu menilai, kesiapan sektor keuangan dalam menghadapi risiko ini akan menentukan ketahanan ekonomi nasional. Oleh karena itu, strategi mitigasi risiko, pengawasan ketat, dan dukungan kebijakan fiskal menjadi langkah yang tidak bisa ditawar.
Kesuksesan menjaga kesehatan sektor keuangan bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Kemenkeu bekerja sama dengan perbankan, pasar modal, lembaga keuangan non-bank, serta masyarakat luas untuk memastikan sistem keuangan tetap inklusif, efisien, dan berkelanjutan.
Inisiatif edukasi keuangan juga digencarkan agar masyarakat memahami pentingnya manajemen keuangan pribadi, investasi, dan literasi pajak, sehingga risiko sektor keuangan dapat ditekan dari hulu hingga hilir.
Dengan sektor keuangan yang sehat, berbagai manfaat ekonomi dapat dirasakan, antara lain:
- Pertumbuhan investasi dan lapangan kerja lebih stabil.
- UMKM mendapat akses modal lebih mudah, mendorong ekonomi daerah.
- Stabilitas harga dan nilai tukar lebih terjaga.
- Peningkatan kepercayaan investor domestik dan internasional, membuka peluang pendanaan baru.
Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan sektor keuangan tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi menjadi fondasi ekonomi berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Kemenkeu menegaskan bahwa menjaga kesehatan sektor keuangan adalah prioritas strategis untuk mendukung ekonomi berkelanjutan. Dengan pengawasan ketat, mitigasi risiko, digitalisasi, dan dukungan bagi UMKM, sektor keuangan Indonesia diharapkan mampu bertahan di tengah tekanan global dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi.
Komitmen ini juga memperkuat keyakinan investor, meningkatkan inklusi keuangan, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata. Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat menghadapi ketidakpastian global sambil membangun ekonomi nasional yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan.