Pilar Narasi — PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) resmi memulai era transformasi digital dengan Go Live aplikasi SAP pada awal 2026. Langkah strategis ini menandai perubahan besar dalam manajemen operasional, keuangan, dan logistik perusahaan, yang sebelumnya masih bergantung pada sistem manual dan beberapa aplikasi terpisah.
Direktur Utama KBN, Rina Handayani, menyatakan, “Implementasi SAP merupakan tonggak penting bagi KBN untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi proses bisnis. Transformasi ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menghadapi tantangan industri logistik dan kawasan berikat yang semakin kompleks.”
Manfaat SAP bagi Operasional KBN
SAP, sebagai sistem manajemen terintegrasi, menawarkan berbagai manfaat bagi KBN:
- Integrasi proses bisnis dari keuangan, SDM, logistik, hingga manajemen aset.
- Pengurangan risiko kesalahan data melalui otomatisasi proses manual.
- Pelaporan real-time yang mempercepat pengambilan keputusan strategis.
- Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam semua aktivitas perusahaan.
Rina menekankan, “Dengan SAP, seluruh data dari divisi berbeda bisa terhubung secara real-time, sehingga pengambilan keputusan lebih cepat dan tepat sasaran.”
Persiapan Menuju Go Live
Proses Go Live SAP di KBN bukanlah hal sederhana. Dibutuhkan persiapan matang selama lebih dari satu tahun, termasuk:
- Analisis kebutuhan bisnis untuk menentukan modul SAP yang sesuai dengan operasional KBN.
- Migrasi data dari sistem lama ke SAP, memastikan tidak ada data yang hilang atau rusak.
- Pelatihan intensif bagi karyawan, agar mereka terbiasa menggunakan sistem baru.
- Uji coba sistem untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar sebelum Go Live resmi.
Chief Information Officer KBN, Agus Santoso, menjelaskan, “Proses ini menuntut kolaborasi dari semua divisi. Kesiapan SDM dan infrastruktur IT menjadi kunci keberhasilan Go Live SAP.”
Dampak Transformasi Digital bagi Karyawan
Transformasi digital melalui SAP membawa perubahan signifikan bagi karyawan KBN. Beberapa dampak positif yang dirasakan antara lain:
- Pekerjaan menjadi lebih efisien, karena banyak proses manual kini otomatis.
- Kemampuan analisis meningkat, karena data tersedia secara real-time dan terintegrasi.
- Peningkatan keterampilan digital, karyawan belajar menggunakan aplikasi ERP modern yang digunakan di banyak perusahaan global.
Namun, Rina juga menekankan pentingnya adaptasi mental dan budaya kerja digital agar seluruh karyawan bisa memanfaatkan sistem secara optimal.
Efisiensi dan Akurasi dalam Proses Bisnis
Salah satu keuntungan terbesar implementasi SAP adalah efisiensi proses bisnis dan akurasi data. Sebelum SAP, KBN menghadapi beberapa tantangan:
- Proses manual menyebabkan keterlambatan laporan keuangan.
- Data tidak terintegrasi, sehingga pengambilan keputusan sering berbasis asumsi.
- Kesalahan pencatatan logistik dan inventaris berdampak pada efisiensi operasional.
Dengan SAP, seluruh divisi kini menggunakan satu platform terintegrasi, meminimalkan kesalahan manusia, mempercepat proses bisnis, dan meningkatkan akurasi data.
Dukungan Strategis dari Manajemen dan Pemangku Kepentingan
Keberhasilan Go Live SAP di KBN juga didukung penuh oleh manajemen puncak, dewan komisaris, dan pemangku kepentingan utama. Hal ini mencerminkan komitmen KBN dalam menjadi perusahaan yang modern, efisien, dan siap bersaing di era digital.
Menurut Agus Santoso, “Dukungan dari manajemen membuat seluruh proses implementasi lebih lancar. Semua divisi bekerja sama untuk memastikan SAP berfungsi optimal dan membawa manfaat nyata bagi perusahaan.”
